BASS

Posted: Sabtu, 26 Juni 2010 by Semua Tentang Musik in Label:
0

Memilih Bass Berdasarkan jumlah Senar

Berikut ini adalah tips bagi anda yang ingin membeli atau memilih beberapa jenis bass berdasarkan jumlah senarnya.

Setiap jenis alat musik, memiliki range atau jangkauan nada. Begitu juga pada instrument bass. Jangkauan nada yang dihasilkan dari instrumen bass dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, adalah jumlah dari fretboard yang terdapat pada instrument bass. Semakin banyak jumlah fretboard pada bass, semakin banyak pula jangkauan nada yang dihasilkan oleh bass tersebut. Jumlah fret dari instrument bass biasanya berjumlah 22 fret atau 24 fret, tetapi ada beberapa bass yang fretnya hanya berjumlah 20, misalnya pada bass Fender Precission classic. Ada juga beberapa bass yang jumlah fretnya lebih dari 24 fret, misalnya yang terdapat pada bass Tune Maniac, yang fretnya berjumlah 25.

Kedua, adalah jumlah senar yang terdapat pada instrument bass. Dalam hal ini, Bass gitar dibagi menjadi beberapa menurut jumlah senarnya, yaitu:

4 senar
Bass standar dengan konfigurasi tuning open string: E A D G (dari rendah ke tinggi).

5 senar
Sama seperti bass standar 4 senar, hanya saja terdapat tambahan senar B rendah di atas senar keempat (senar E). Konfigurasi tuning open stringnya: B E A D G. Bass dengan 5 senar biasanya digunakan untuk menjangkau nada yang lebih rendah dari bass standar.

6 senar
Sama seperti bass 5 senar, hanya saja terdapat tambahan senar C tinggi di bawah senar pertama (senar G). Konfigurasi tuning open stringnya: B E A D G C. Bass dengan 6 senar biasanya digunakan untuk menjangkau nada yang lebih rendah dan lebih tinggi dari bass standar.

7 senar
Bass dengan senar lebih dari 6 mungkin sangat jarang kita jumpai. Untuk bass dengan 7 senar, konfigurasi tuning open stringnya: B E A D G C F. Sama seperti bass 6 senar, hanya saja terdapat tambahan senar F tinggi di bawah senar G. Bass 7 senar fungsinya sama dengan bass 6 senar, hanya saja dalam bass ini nada tingginya dapat lebih ter “ekploitasi”.Bass seperti ini diproduksi oleh Conklin, yang merupakan spesialis pembuat bass custom.

8 senar
Bass ini mempunyai konfigurasi tuning sama dengan bass standar 4 senar, hanya saja pada tiap – tiap senarnya digandakan dengan senar yang nadanya satu oktaf lebih tinggi.

10 senar
Mempunyai konfigurasi tuning sama dengan bass standar 5 senar, hanya saja pada tiap – tiap senarnya juga digandakan dengan senar yang nadanya satu oktaf lebih tinggi.

12 senar
Memiliki konfigurasi tuning sama dengan bass standar 4 senar, tetapi pada tiap senar dirangkap 3, dengan 2 senar yang satu oktaf lebih tinggi atau 1 senar dengan oktaf tinggi + satu senar lagi dengan nada kelimanya (E dengan B, A dengan E, D dengan A, dan G dengan D). Termasuk bass langka, diproduksi oleh Hamer dan Warwick.


Beberapa pemain bass professional masih mengandalkan bass 4 senar sebagai senjata andalannya (Marcus Miller, Jaco Pastorius, Flea, Arya Setyadi, dll). Tetapi, ada juga sebagian pemain bass lain yang lebih memilih bass multistring (bass senar ganda), dan menjadikannya ciri khas dalam permainan mereka.

Contoh pemain yang menggunakan bass 5 senar, antara lain: Nathan East, pemain session player yang petikan bassnya banyak mengisi album - album musisi ternama, dan Stanley Clarke, yang juga menciptakan tehnik slap and pop yang kemudian dikenal sebagai funky thumb . Untuk musik rock ada nama – nama semacam Jason Newsted (Metallica), Dave Ellefson (Megadeath), dan Rex Brown.

Sedangkan, bass 6 senar merupakan “senjata andalan” bagi beberapa pemain bass, seperti John Pattitucci, dan John Myung (Dream Theater). Ada kalanya bass 6 senar masih dirasakan kurang, maka beberapa pemain yang lain menggunakan bass 7 senar untuk meng “ekploitasi” nada lebih banyak lagi, terutama dalam melakukan solo improvisasi.

Jika bass lima, enam, dan tujuh senar dimaksudkan untuk menjangkau nada lebih rendah atau lebih tinggi, maka bass multistring dibuat dengan tujuan untuk menghasilkan suara nada ganda.

Bass semacam itu adalah bass delapan senar yang pada mulanya dimainkan oleh John Paul Jones (Led Zeppelin) untuk mendapatkan bunyi seperti bass dan rhytm gitar yang dimainkan secara bersamaan. Hal ini dibutuhkan oleh band tersebut karena mereka hanya mempunyai seorang pemain gitar yang akan berhenti memainkan rhytm saat ia bermain lead gitar/solo.

Begitu pula dengan bass yang memiliki sepuluh senar, fungsinya juga menghasilkan bunyi seperti bass dan rhytm gitar yang dimainkan bersamaan. Kadang, fungsi itu belum cukup, karena bunyi rhytm gitar yang dihasilkan hanya terdiri dari satu nada. Sedangkan, jika ingin menyamai rhytm gitar sesungguhnya, suara yang dihasilkan minimal adalah 2 nada (dengan memainkan power chord).

Maka, pemain bass macam Doug Pinnick (King’s X) pun memakai bass dua belas senar yang punya suara seperti bass yang dimainkan berbarengan dengan rhytm gitar yang memainkan power chord. Sama seperti Led Zeppelin, king’s X pun hanya punya seorang pemain gitar, jadi Doug punya alasan yang sama dengan John Paul Jones dalam menggunakan bass multistring.

Terlepas dari beberapa jenis bass diatas, bagi kita para pemula atau pemain bass menengah, sebaiknya perlu diperhatikan lagi fungsi dan kebutuhan dari bass yang akan kita pilih. Kita harus menyesuaikan fungsi bass terhadap kebutuhan musik yang kita mainkan, apakah bass yang kita pilih nanti memang diperlukan atau tidak? Atau hanya untuk gaya – gaya an saja?

Dulu, saat dimana saya baru belajar bass, dan melihat ada orang menggunakan bass senar 5 atau senar 6, memberikan kesan bahwa si pemain itu jago. Padahal, belum tentu seperti itu kan? Belum tentu juga dalam permainannya si pemain menggunakan semua nada dan senar yang ada pada bassnya.

By Muhammad Nur AL Fajri

Selanjutnya..

Apa Itu Gitar Bass

Posted: by Semua Tentang Musik in Label:
0


Sebelum Mempelajarinya Kita Harus Mengenal Apa Itu Gitar Bass


Gitar bass listrik (biasa disebut Bass listrik atau bass saja) adalah alat musik dawai yang menggunakan listrik untuk memperbesar suaranya. Penampilannya mirip dengan gitar listrik tapi ia memiliki tubuh yang lebih besar, leher yang lebih panjang, dan biasanya memiliki empat senar (gitar listrik memiliki enam senar).

Tambahan:
Bobot dari bass sendiri idealnya lebih berat daripada gitar listrik biasa, karena senarnya yang lebih tebal (untuk menjaga kerendahan nada/bunyi) sehingga menyebabkan harus memilih kayu yang lebih padat dan keras untuk menyeimbangi tekanan pada neck (leher gitar).

Selain itu ukuran fret (kolom pada gitar) yang lebih besar yang disesuaikan dengan ketebalan senar.

Ada banyak jenis bass yang dipakai sampai dengan saat ini. Yang paling banyak dipakai berupa contra bass dan cello bass (yang biasa digunakan untuk pertunjukan opera), bass listrik (biasa digunakan untuk semua jenis pertunjukan terutama band) serta bass fretless yang sama dengan bass listrik tapi tidak ada fret (kolom/pembatas pada papan tekan/neck) pada bass tersebut. Prinsip kerja bass fretless mirip dengan contra/cello bass hanya saja berbentuk gitar listrik.
[sunting] Senar dan Penalaan (Tuning)

* Empat senar

Biasanya ditalakan ke "G-D-A-E", "G-D-A-D", "G-D-G-D", "D-A-E-B", "D-A-D-B (biasanya pola ini dpakai untuk musik-musik underground/ open D), "F-C-G-D" atau "F-C-G-C"

* Lima senar

Biasanya ditalakan ke "G-D-A-E-B" tapi terkadang "C-G-D-A-E".

* Enam senar

Biasanya ditalakan ke "A-B-C-D-E-F" atau "C-G-D-A-E-B", walaupun "E-B-G-D-A-E" juga suka dipakai.

Penalaan di atas diurutkan berdasarkan nomor senar (senar 1, senar 2, dan seterusnya), di mana senar 1 adalah senar terbawah dari gitar bass (senar yang paling tipis).

Pemain bass memilih menggunakan bass dengan lima senar atau pun enam senar dikarenakan lebih luasnya jangkauan nada yang bisa dimainkannya. Bass bersenar enam jarang dipakai daripada bass bersenar empat dan bass bersenar lima. Biasanya bass bersenar enam ini banyak dipakai oleh pemain bass beraliran jazz, walaupun tidak dimungkiri pemain beraliran rock-pun ada juga yang memakainya, dikarenakan lebih luasnya jangkauan nada yang bisa dimainkannya.

Selanjutnya..

Cara berlatih Fingering Bass

Posted: Kamis, 03 Juni 2010 by Semua Tentang Musik in Label:
4


1. Langkah pertama sebelum memulai latihan biasakan pemanasan dengan peregangan pada persendian tangan kita.

2. Mulai dari tempo yang lambat. Pelajari terlebih dahulu pola fingering yang akan di latih sampai terkuasai. Jangan paksakan jari kita untuk menekan terlalu keras pada neck bass. Tekanan pada senar bass yang ideal agar menghasilkan bunyi yang baik namun jari tetap terkontrol ialah dengan memulai dari tempo lambat sampai anda menemukan tekanan yang ideal.

3. Setelah semua terkontrol mulai latihan menggunakan metronome pada tempo lambat sekitar 80 beat/menit. Kemudian beri waktu anda melatih di tempo ini sekitar 3 menit s/d 5 menit, "Ingat jangan memanjakan jari kita, cape dikit wajar". Dan yang paling penting ialah jangan banyak berhenti, usahakan dalam waktu 3 menit tersebut anda tidak terputus-putus melatih satu pola fingering.

4. Naikan tempo secara perlahan dengan metronome dan lakukan pola seperti langkah di atas. Temukan batas maksimal speed anda, yaitu dengan kecepatan tertinggi namun tetap terkontrol dan bunyi nada tetap jelas. kecepatan akan didapat setelah power jari tangan kita terbentuk dengan baik. Jadi jangan memaksakan kecepatan jika power ideal anda belum terbentuk. Ingat pada tempo/ kecepatan apapun tubuh anda harus tetap rileks. dan titik tumpuan power berada pada jari dan tangan anda.
5. Tidak ada sesuatu yang instan dalam melatih fingering bass, salah satu syaratnya adalah konsisten. Lakukan pola latihan tiap hari minimal 1 jam anda melatih fingering. Dan jangan coba-coba meloncat pada pola fingering yang baru sebelum pola yang sedang di pelajari sekarang benar-benar maksimal. Terus kembangkan pola-pola fingering yang lebih menantang, sesuai dengan kebutuhan anda dalam bermain bass.

6. Rileks, nikmati, sabar, positive thingking, konsisten, disiplin, kreatif. akan mempercepat sesuatu dan anda akan terkesima melihat kemajuan anda. Semua datang melalui proses bukan kita yang hebat.
"Selamat Berlatih".......

Selanjutnya..

Teknik Dasar Vokal

Posted: Senin, 22 Maret 2010 by Semua Tentang Musik in Label:
0

Belajar Seni Vokal
Pertama-tama, hal yg paling penting dalam seni vokal menurut 'mereka' adalah pernafasan..Pernafasan saaat bernyanyi dengan pernafasan biasa tentu jauh berbeda..Bagi yg tidak biasa bernyanyi, mungkin rasa 'ngos-ngosan' bila bernyanyi..

Prinsip pernafasan saat bernyanyi adalah menghirup udara secepat dan sedalam mungkin, lalu mengeluarkannya sehemat mungkin dan lama..

Bahkan kita tak perlu menghirup nafas! kita hanya perlu mengembangkan rongga dada, dan kemudian udara otomatis akan terisi.. Jadi tak perlu ada suara2 yg mengganggu di microphone saat kita bernyanyi..

Pernafasan di bagi menjadi tiga garis besar, yaitu: pernafasan dada, diafragma dan perut.. ada sedikit kontradiksi di sini.. sebagian orang ada yg bilang pernafasan perut yg bagus dalam bernyanyi, ada jg yg bilang pernafasan diafragma.. Namun gw mengatakan pernafasan perut itu melelahkan, dan pernafasan diafragma itu lebih menyimpan banyak udara..

Bagaimana cara bernafasnya?! Silahkan lihat2 lagi mengenai pernafasan diafragma yg sudah banyak di ulas di postingan2 klinik vokal :D

Sikap Tubuh

Bagian selanjutnya adalah mengenai sikap tubuh secara keseluruhan ketika bernyanyi, walau bukan bagian yg terpenting, namun mau-tidak-mau hal ini turut berpengaruh terhadap performa vokal kita..

badan kita mesti tegap, rileks, dan fleksibel.. Bahu jangan di angkat selama bernafas mungkin selama bernyanyi, terutama saat menarik nafas.. dada diperlebar cenderung di majukan ke depan.. kaki agak di jarangkan, agar bisa berdiri seimbang..

Bentuk Mulut

Mulut usahakan agar terbuka lebar bagi pemula, agar resonansi udara dalam berjalan dengan baik.. resonansi dada berguna dalam mengambil nada2 rendah, hidung untuk nada2 tinggi, tenggorokan untuk suara yg jernih (namun jangan menumpukan suara pada tenggorokan, karena akan mengakibatkan kita kelelahan tenggorokannya), dan terakhir kepala bila hendak mengambil nada2 amat tinggi..

Lidah di datar kan selama bernyanyi, dan ujungnya menyentuh bagian belakang gigi seri bawah kita.. Lidah harus se rileks mungkin, karena buat gw pribadi, ini yg sering gw perhatikan dan menjadi yg sulit bagi pemula termasuk gw dulu Rongga mulut seperti kita menguap, jadi prinsipnya agar ruang keluar udara dapat menjadi lebar..

Lebarkan mulut saat bernyanyi dengan nada rendah, karena hal itu dapat membantu..Perhatikan juga bagian atas rongga mulut, usahakan agar selebar dan seluas mungkin, sekali lagi seperti kita menguap..

Ukuran lebar bibir adalah 3 jari (coba masukkan 3 jari ke mulut lo, itulah ukuran minimalnya) Lebarkan mulut ke samping bila hendak mengambil nada2 rendah, gw rasa itu membantu..

Outward Support

ini cukup vital utk bernyanyi, karena kita membutuhkan support untuk mengeluarkan nada agar lebih gress dan pitch nya terjaga (sebenarnya gw sulit menguraikannya dengan kata2 :D )

Sebagai contoh, lihat Hany (kalo ga salah namanya itu: cowo loh) Indo Idol,, itulah contoh vokalis yg sama sekali tidak menggunakan outward support

bagaimana caranya?? kencangkan bagian samping bawah tulang rusuk.. coba katakan "HISSSSS... " taruh tangan di bawah samping rusuk dan rasakan bagian itu mengencang.. NAH!! tahan terus selama bernyanyi (fleksibel aja se)

Eric Martin adalah contoh vokalis yg bagus dalam penggunaan teknik itu.. dalam setiap lagu2nya, baik itu keras-tinggi maupun slow dia selalu menggunakannya.. (kalo lo nyanyiin ga pake outward support,maka garing bgt suara lo! jauh beda sm Eric Martin aslinya! :D )

Kadang agar bisa memainkan dinamika gw sering memainkan perut gw! :D betul ga seh??

Sekian Terima Kasih..!


Selanjutnya..